BerandaDunia IslamMengapa Harus BerBisnis Sesuai Syariah, Ini Alasannya

Mengapa Harus BerBisnis Sesuai Syariah, Ini Alasannya

Author

Date

Category

Menjadi seorang muslim tidak menghalangi kita untuk  menggeluti berbagai profesi guna menunjang kehidupan di dunia, tak terkecuali menjadi seorang pebisnis. Pasalnya keahlian ini bagi banyak orang cukup menjanjikan hingga mampu mengangkat kesejahteraannya di dunia. Akan tetapi, bisakah kita menjadi seorang pebisnis yang berjalan hanya dengan aturan kita sendiri? Apakah hal demikian juga diatur di dalam syariat islam ?

Yang pasti, seorang muslim tidak dilarang menjadi seorang pebisnis. Akan tetapi, sudah menjadi sebuah konsekuensi dari keimanan, yaitu wajib menjalankan syariat islam dalam semua urusan termasuk muamalah (bisnis) dengan tulus tanpa suatu keberatan apa pun terhadapnya. Karena Syariah adalah solusi untuk segala persoalan manusia. Seperti yang dijelaskan dalam salah satu ayatNya. 

Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu. (QS An-Nahl : 89)

Menjalankan bisnis sesuai syariah merupakan salah satu bentuk pelaksanaan syariah Islam yang akan menjadi solusi persoalan bisnisnya. Bila seorang muslim mencari solusi selain dengan syariah termasuk pada bisnisnya maka sebenarnya itu adalah solusi yang semu atau salah.

Menjalankan bisnis sesuai syariah merupakan salah satu bentuk pelaksanaan muamalah yang akan membawa rahmat bagi manusia yaitu menjadi manfaat atau maslahat. Bila menjalankan bisnisnya tidak sesuai syariah pastinya akan mendapatkan masalah bahkan bencana. Demikian karena setiap detail yang dibawa oleh Rosul kita shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan kunci kehidupan yang membawa rahmat dan keselamatan untuk umatnya. Seperti yang dijelaskan dalam salah satu ayatnya 

Dan tiadalah Kami mengutus kamu (muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. (QS Al-Anbiya : 107)

Seorang pebisnis yang mengerti akan syariat islam, jelas dia akan terjauhkan dari sifat arogan di dalam bisnisnya. Dia mengerti betul bahwa dalam menjalankan akad dan transaksi bisnisnya tidak hanya kebetulan benar, namun memang tahu dengan benar. Karena bila hanya kebetulan benar belum tentu bernilai pahala, walaupun bisa jadi tidak menimbulkan dosa. Dikhawatirkan bila pebisnis melakukan akad dan transaksi bisnisnya tidak sesuai syariah selain akan berdampak pada objek akadnya yang tidak sah, juga akan berbuah dosa. 

Dengan berbekal syariat yang benar, pribadi pebisnis akan selalu berada pada rel dan jalur yang selamat. Muamalah ataupun bisnisnya bernilai ibadah dengan kualitas yang baik. Karena syariat selalu menuntunnya, hingga terjauhkan dari amalan-amalan menyimpang yang sudah pasti akan tertolak didalam agama yang mulian ini. Kewahatirannya merupakan buah dari pemahaman akan salah satu sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam:

 “Barang siapa mengerjakan suatu amalan yang tidak ada tuntunan (ajaran)nya dari kami, maka amalan itu akan tertolak (di sisi Allah SWT)” (HR. Muslim)

Tidak hanya itu, diapun sangat perhatian dengan penjagaan diri dari kezhaliman terhadap mengambil harta orang lain dengan cara bathil. Syariat selalu menjadi mata hati dalam dirinya, hingga setiap detail dari bisnis dan transaksi yang dia lakukan terjauhkan dari memakan harta orang lain dengan cara yang bathil. Demikian seperti yang ditegaskan dalam sebuah ayat

 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu.(QS An-Nisa : 29)

Sama halnya dengan semua profesi yang lain. Dalam dunia bisnispun akan ada yang namanya pertanggunjawaban harta. Setiap muslim akan mempertanggungjawabkan dari mana harta yang diperoleh dan digunakan untuk apa. Seperti yang dijelaskan dalam sebuah riwayat

 “Kedua telapak kaki seorang anak Adam di hari kiamat masih belum beranjak di sisi Tuhannya sebelum ditanya mengenai lima perkara: tentang umurnya, apa yang telah dilakukannya? Tentang masa mudanya, apa yang telah dilakukannya? Tentang hartanya, dari mana dia memperolehnya? Dan untuk apa dibelanjakannya? Tentang ilmunya, apa yang dia kerjakan dengan ilmunya itu?.”   (HR. Ahmad dan At-Tabrani)

Semua harta yang diperoleh yang salah satunya melalui kegiatan Bisnis nantinya akan dipertanggung jawabkan di akherat. Termasuk  untuk apa harta tersebut digunakan.

Maka ketahuilah dalam perihal harta sangat erat hubungannya dengan bisnis, karena berbisnis berhubungan dengan perpindahan harta. Bila kesalahan-kesalahan muamalah tersebut tidak terselesaikan di dunia, akan diteruskan hingga urusan akherat.

Dan bila terjadi dosa-dosa muamalah terutama mengenai harta, akan menghabiskan amalan-amalan sholeh atau pahala pelakunya pada saat perhitungan nanti di akherat. Itulah kenapa pebisnis wajib menjalankan bisnis sesuai syariah agar tidak menjadi orang yang bangkrut di akhirat tersebut yang mungkin pada saat di dunia berlebihan harta.  Maka janganlah menjadi bebisnis yang arogan, yang tidak menyertakan syariat islam dalam bisnis yang dia jalankan

Tonton Videonya di Youtube :

Join Menjadi Agen Marketing Property Syariah Kami GRATIS di :
=> https://huniankita.co.id/mitra

Kunjungi Juga Akun Official kami, Agar Anda tidak ketinggalan Seputar Artikel Yang Bermanfaat dan Info Property Syariah Berikutnya :

Website : https://huniankita.co.id
Telegram : https://t.me/huniankita
Instagram : https://instagram.com/huniankita.co.id
Facebook : https://facebook.com/huniankita.co.id
Tiktok : https://tiktok.com/@huniankita.co.id
Youtube : huniankita.co.id/youtube
Twitter : twitter.com/hunian_kita
Linkendin : linkedin.com/in/huniankita

bisnis sesuai syariat islam
bisnis yang sesuai dengan syariat islam
bisnis berkah sesuai syariah
menyikapi persaingan bisnis sesuai syariah
bisnis syariah
bisnis syariah di masa pandemi
bisnis syariah islam
bisnis syariah kontemporer
bisnis syariah yang telah ada fatwa dewan syariah nasional (dsn) nya yaitu
bisnis syariah yang ada di indonesia

Recent posts

Recent comments